Ketika Mampu Membahagiakan Orang Lain, Ampunan Imbalannya.

Di Catatan 798 views

Suatu ketika, Sahabat Abu Musa RA matur kepada Baginda Nabi Muhammad S.A.W, “ Ya Rosulallah, Orang muslim seperti apa yang paling utama” ?

Nabi bersabda” Muslim yang paling utma adalah seorang muslim dimana orang-orang muslim(lainnya) selamat dari keburukan mulut dan tindakannya”.

Maksudnya, setiap muslim yang paling utama adalah seorang muslim yang tidak merugikan orang lain. Baik melalui lisan dan tindakannya.

Dengan adanya Hadist ini, maka mari kita bermawas diri, intropeksi diri, bagaimana kita bertentangga, bermasyarakat, sudah benar atau belum, sudah menciptakan manfaat apa justru hanya membuat masalah yang merugikan orang lain.

Mari kita perbaiki hidup kita dengan cara membenahhi cara kita berkumpul, syukur syukur bisa manfaat pada orang lain.

Ada satu kalimat yang sangat indah “ Sebaik bai orang adalah yang bermanfaat kepada sesama”

Lebih baik lagi jjika kita mampu menciptakan kebahagiaan orang lain, menjadi orang yang melegakan semua pihak.

Hadist riwayat Ibnu Abbas RA, bahwa Baginda Muhammad SAW berssabda “Sesungguhnya amal yang paling disukai Allah SWT setelah melaksanakan bernbagai hal yang wajib adalah menggembirakan muslim yang alain.

Adapun cara menbuat gembira bisa dengan tindakan yang bermacam macam. Yang terpenting adalah selama tidak melanggar aturan syara. Bisa dengan dengan perkataan yang menyenangkan, bisa dengan sikap rendah hati, tidak merasa yang paling mulia sendiri, dan menghormati hak hak orang lain dan sebagainya.

Dalam kitab Al Athiyyatul Haniyyah “ Barang siapa yang membahagiakan orang mukmin lain, Allah menciptakan 70.000 malaikat yang ditugaskan memintakan ampunan baginya sampai hari kiamat sebab ia telah membahagiakan orang lain.

Bahkan dalam kitab Qomi uth Thughyan diceritakan, ada orang yang berlumur dosa, namun kemudian Allah melebur dosa-dosanya. Baginda Nabi bertanya pada Malaikat Jibril “sebab apa gerangan Allah mengampuni dosa-dosa orang itu?”, malaikat Jibril menjawab: Karena ia memiliki anak kecil, ketika ulang dari bepergian, saat ia masuk kerumahnya, ia disambut utranya yang masih kecil, ia memberikan buah tangan yang mebuat sang buah hati bahagia.

Kebahagiaan anak inilah yang mengakibatkan ia memperoleh “Kaffarotudz dzunub” dosa yang diampuni.

Jadi kesimpulan dari bahasan diatas adalah:

  1. Jangan sampai merepotkan dan merugikan orang lain
  2. Sebisa mungkin kita berusaha menjadi orang yang bermanfaat bagi sesama, membahagiakan orang lain, melegakan dan menghormati hak-hak sesama.

Dan jika hidup demikan, artinya: Insya Allah kita akan selamat, tentram dan dijauhkan dari hal hal yang tidak disukai.

Inilah 4 Jenis Penyakit Sumber Malapetaka
Inilah 4 Jenis Penyakit Sumber Malapetaka
4 Jenis Penyakit Sumber Malapetaka– Tahukah Anda?,
Kenapa Situs Trading Forex FBS.com diblokir, Apakah Penipuan?
Kenapa Situs Trading Forex FBS.com diblokir, Apakah Penipuan?
Adshuda.com, Di Tahun 2016 ini, Kementrian Kominfo
Benarkah Istri Suka Bersolek Sumber Petaka Rumah Tangga?, Berikut Penjelasannya
Benarkah Istri Suka Bersolek Sumber Petaka Rumah Tangga?, Berikut Penjelasannya
Berdandan atau bersolek adalah merupakan fitrah wanita
Sahabat Media Referensi Nan Jauh disana ( Aceh )
Sahabat Media Referensi Nan Jauh disana ( Aceh )
Hari ini saya lagi kehabisan ide buat
Beberapa Tips Cara Mengatasi Kemarahan Anak
Beberapa Tips Cara Mengatasi Kemarahan Anak
CARA MENGATASI KEMARAHAN ANAK – Seperti yang
author
Penulis: 
Seorang yang biasa dan baru mengenal dunia Internet. Jadikan media sebagai informasi yang bisa membawa manfaat.

Komentar sesuai akun

Loading Disqus Comments ...

Tinggalkan pesan "Ketika Mampu Membahagiakan Orang Lain, Ampunan Imbalannya."


Top