Siang dan Malam adalah Tahapan Tahapan

Tidak ada komentar 823 views

Siang dan Malam adalah Tahapan Tahapan  – Malam dan siang sebenarnya adalah tahapan-tahapan yang harus dilalui manusia satu demi satu, yang membawa sampai pada batas akhir perjalanannya. Seandaninya pada setiap tahap Anda bisa memperpersembahkan perbekalan dari sekeliling Anda, maka kerjakan.

Sebab bila perjalanan berhenti tiba-tiba dalam waktu dekat, apa artinya itu? Padahal masalahnya bisa lebih cepat daripada itu. Maka kumpulkannlah bekal untuk perjalanan Anda dan kerjakan tugas-tugas Anda selagi mampu, seakan-akan Anda dibebani tugas dengan tiba-tiba.

Ada sebagian kaum salaf menulis kepada saudaranya, “Saudaraku, Anada disangka berdiam diri tapi ternyata terus berjalan, bersamaan dengan desakan untuk bergegas. Kematian menyongsong Anda, sementara alam dunia dilipat dari belakang Anda, sebagian umur Anda yang telah berlalu tidak bisa Anda ulangi pada hari ditunjukkan segala kesalahan.”

Kita berjalan dalam rombongan orang-orang yang zuhud sementara rombongan orang-orang yang salih lewat meninggalkan kita, bagaimana kita melihat perpaduan antara kehidupan dunia dan akhirat, antara zuhud dan kepuasan. Ali bin Al-Fudhail menambahkan,”Aku dengar Bapakku berkata kepada Ibnul Mubarak, ‘Anda memerintahkan kepada kami untuk berzuhud, berhemat dan tidak berlebih-lebihan, tapi kami melihat Anda datang membawa barang-barang, bagaimana ini?”

Ibnul Mubarak menjawab, “Wahai Abu Ali, sesungguhnya itu aku lakukan untuk menjaga keutuhan kondisiku, menjaga kemuliaanku dan untuk membantu menjaga ketaatanku kepada Rabbku.”

Ayahku berkata. “wahai Ibnul Mubarak , alangkah baiknya ini bila dilakukan dengan sempurna,:

Saudaraku yang tercinta, bagaimana Anda melihat kami di muka bumi ini?, alangkah indahnya dunia ini bila didasarkan pada yang halal dan digerakkan pada wilayah halal pula, niscaya sisi-sisi kebaikan tak terkirakan lagi jumlahnya, mulai dari shadakah sampai membantu orang yang kesedihan, dari mambantu orang tertimpa musibah hingga membantu memelihara janda dan mengasuh anak yatim.

Sufyan berkata, “hati-hatilah terhadap kemarahan Allah dalam 3 hal berikut: Hati-hati Anda menyia-nyiakan perintah Allah kepada Anda, hati-hati Allah menyaksikan Anda sedang tidak menerima apa yang telah Allah gariskan untuk Anda, dan hati-hati Anda berang kepada Rabb Anda karena meminta kenikmatan dunia namun tidak mendapatkannya.”

Sesungguhnya yang membagi-bagi rizki di dunia ini adalah Allah, maka Anda harus menerima apa yang telah Allah berikan dan bagikan kepada Anda, entah itu sedikit atau banyak. Ketika diberikan atau dicabut, ataupun ketika Anda memasuki kehidupan dunia atau ketika meninggalkannya. Anda harus menerima nasib Anda di dunia dan jangan masygul. Jangan pula Anda berang terhadap bagian Allah untuk Anda, dan janganlah Anda melihat orang yang lebih tinggi dari Anda nilai keduniaannya, tetapi lihatlah orang-orang yang shalih lagi selalu bebuat baik.

“Yang ingin hidup nan kecukupan dalam dalam agamany bisa bertahan. Dan kepentingan dunianya tidak ketinggalan agar melihat kepada insan, Yang kewara`annya diatasnya dan yang lebih sedikit harta.

Tapi yang paling baik adalah firman Allah dalam Kitab_Nya.

Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya.”

Ibrahim Al-Asy`ats berkata, “Aku mendengar Al-Fudhail mengatakan, tingkat ketkutan hamba kepada Allah adalah sebesar pengetahuannya tentang Allah, dan kezuhudannya didunia sebesar kecintaannya kepada alam akhirat. Orang-orang yang menyadari apa yang dia ketahui, tidak lagi berarti baginya apa yang tidak dia ketahui. Sedangkan orang yang berbuat dengan apa yang dia ketahui Allah akan menjelaskan apa yang dia ketahui itu. Orang yang akhlaknya tercela agama, kehormatan dan keptibadiannya ikut ternoda juga.”

Sebagian orang orang zuhud mengatakan, :Aku tidak mengerti bahwa seseorang telah mendengar adanya surga dan neraka, tapi suatu ketika dia durhaka kepada Allah baik dalam dzikirnya, shalatnya, qiroahnya ataupun perbuatan ihsan lainnya.”

Ada orang yang berkata kepadanya, “Sesungguhnya aku paling banyak menangis yang tidak diketahu orang lain.”

Maka dia pun menjawab,”Sesunnguhnya seandainya Anda tertawa sembari mengakui kesalahan Anda, lebih baik daripada menangis untuk menyombongkan diri dengan amalan Anda. Orang sombong itu amalannya tidak terangkat sampai diatas kepala.”

Dia berkata,”berilah aku wasiat.”

Kemudian dia memberinya wasiat, “Tinggalkan kehidupan dunia bersama penghuninya sebagaimana mereka juga meninggalkan keinginannnya kepada alam akhirat bersama penghuninya pula. Adilah Anda dii dunia seperti lebah, bila makan ia makan yang baik, bila ia memberi makanan ia berikan yang baik, dan bila jatuh menimpa sesuatu ia tidak memecahkan juga tidak menodai.”

Saudaraku yang tercinta, tak seorangpun ingat akan kematian kecuali kehidupan dunia sudah tampak sangat rapuh di matanya, dan penutup matanya muali menipis. Sesungguhnya kehidupan dunia itu hanya beberapa tahun saja, meski dalam waktu itu mampu mengumpulkan dan berhasil mendapatkan kekayaan yang banyak. Tapi sebenarnya dibelakang itu semua ada penghancur kenikmatan dan pencerai berai kelompok.

Kembali Al-Hasan berkata. “Sungguh kematian telah menunjukan borok dunia, tidak memberikan kesenangan sedikitpun kepada orang yang memiliki nalar.”

Kesenangan yang bagaimana? Inilah kehidupan dunia itu “ Dunia memamerkan diri, kalau saja ada yang dengar. Berapa orang membangun dengan kokoh sekali, diruntuhkan hingga ke dasar. Dan berapa orang menimbun, diporakporandakan, tak terhimpun.”

Mungkin ini terkait : Apa saja tugas manusia di dunia?

Share
author
Penulis: 
Seorang yang biasa dan baru mengenal dunia Internet. Kunjungi dan tambahkan sebagai teman Anda ya? Halaman Google Plus Ashuda.com atau Profile Google plus dan Facebook saya

Komentar sesuai akun

Tinggalkan pesan "Siang dan Malam adalah Tahapan Tahapan"

Loading Facebook Comments ...