Adshuda.com

Salam Persaudaraan

Dan Bila Telah Mencapai Umur Empat Puluh Tahun

Bila Umur Telah Mencapai 40 Tahun – Abdullah bin Daud berkata, “Bila umur salah seorang telah mencapai 40 tahun, ranjang tidurnya di gulung. Atau, tidak pernah tidur sepanjang malam, shalat, bertasbih dan beristighfar, mengingat-ingat umurnya yang telah berlalu dan merpersiapkan hari-hari yang akan datang.”

“Sesungguhnya, Allah punya orang-orang yang cerdik cendikia, yang menolak kehidupan dunia dan tidak takut cobaannya, melihat kedalamn ketika sudah faham, dunia bukan tempat kehidupan mereka menganggapnya sebagai lautan, dimana amal baik mereka umpama perahu untuk mengarunginya”

“Anda bisa tertawa, jangan-jangan kain kafan Anda sedang di cuci!”

Wahai orang yang berbaring, aba-aba untuk perjalanan telah di dengungkan. Wahai orang yang membangun dengan kokoh di lapangan tempat arus berlalu, bersegeralah untuk beramal sebelum umur habis, yang lupakan yang menyediakan nafas-nafas untuk pertemuan Anda.

“Ambillah, rezki secukupnya, kehidupan yang ternoda, semua itu akan habis terpendam seperti kompor yang padam.”

Yahya bin Mu adz mengatakan,”Dunia adalah alam kesibukan, sedang akhirat adalah alam kengerian. Antara kesibukan dan kengerian senantiasa mengurung perasaan hamba, sehingga turun keputusan apakah ke suraga ataukah neraka.”
Sahabat muslimku, orang yang mengeluarkan segala kemampuannya untuk berpikir meluas, akan tahu bahwa perjalanan itu bermula dari tulang belakang bapak kedalam perut ibu, ke dunia, ke alam kubur, ke alam berkumpul, kemudia ke alam tempat tinggal yang abadi. Pengertian alam tempat tinggal yang abadi adalah alam yang tidak terjamah bencana, alam keabadian. Sedangkan musuh (syaithan) kita justru menawarkan jalan ke alam dunia. Karena itulah kita berusaha keras untuk melepaskan tawanan untuk kemudian membangun motivasi untuk berjalan mencapai alam kita semula. Agar diketahui, ukuran perjalanan di dunia itu adalah berjalan dan tiba-tiba terhenti oleh nafas. Bersama orang lain, mengikuti perjalanan kapal dengan hanya duduk saja tanpa mau merasakan perjalanannya.
Bekal harus dibawa dalam perjalanannya, dan bekal diakhirat adalah taqwa. Dan memang kelelahan dan berabar itu harus dalam mencapai ketakqaan tersebut….

Baca juga:   Apa Saja Tugas Manusia di Dunia

Bersambung….. By: Abdul  Malik Url: …

The Author

Admin

Seorang yang biasa dan baru mengenal dunia Internet. Jadikan media sebagai informasi yang bisa membawa manfaat. Silahkan bagikan ke sahabat, kerabat Anda jika artikel diatas ada manfa'atnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adshuda.com © 2013 - 2018, Hak Cipta Hanya Milik Allah. Frontier Theme