Gula Madura

4 comments 874 views
Gula Madura,5 / 5 ( 1voting )

Gula Madura – Pada suatu hari Kiai Asyik, guru Kiai Kholil di Cangaan bermaksud mengadakan kenduren(selamatan). Untuk mempersiapkan segala sesuatunya, Kiai ingin memesan gula madura dalam jumlah yang cukup banyak. Pada waktu itu, gula madura sangat terkenal mutunya, sehingga suatu kenduren jika belum dilengkapi dengan gula madura belum terasa lengkap. Kiai Asyik mengetahui diantara muridnya diantara muridnya ada yang dari madura, yaitu Kholil.

Ketika hari jadi sudah sangat dekat, Kiai Asyik memanggil santri Kholil menghadap, ” Kholil, hari kamis malam jum`at saya akan mengadakan kenduren. Saya ingin gula madura. Bisakah kamu membawa kesini?” Tanya Kiai Asyik kepada santri Kholil.

“Iya, Kiai, ” Jawab Kholil patuh.

“Berangkatlah kamu ke madura dan ambilah gula secukupnya,” tegas Kiai Asyik sekali lagi.

Satu hari menjelang hari jadi, Kholil masih tenang-tenang saja dan tidak pergi kemana-mana. Hal ini membuat Kiai Asyik gundah, sangat kawatir kalau gula madura yang dipesan itu tidak ada pada waktunya. Dengan sikap agak marah, Kiai Asyik segera menegur Kholil.

“Iya, Kiai ….. sudah ada dikamar,” jawab Kholil muda dengan sopan.

“Ada di kamar?,” ujar Kiai Asyik sambil mengerutkan keningnya seakan tidak percaya ulah santri yang satu ini.

Melihat adegan aneh ini, tiba-tiba  Kiai Asyik memanggil santrinya dan berkata: “Santri, ambil gula dikamar Kholil” serunya setengah tidak percaya. Tidak ayal lagi, semua santri berdatangan ke Kiai Asyik. Kemudian Kiai Asyik menyuruh santri untuk mengambil gula madura dikamar Kholil.

Benar, ternyata para santri keluar dari kamar Kholil dengan tergopoh-gopoh membawa gula madura sebanyak-banyaknya. Para santri terlihat sibuk bolak-balik dari kamar Kholil ke rumah Kiai Asyik membawa gula madura. Bahkan gula yang diusung ke rumah Kiai Asyik meskipun sudah mencapai 3 gudang, persediaan gula masih tetap ada.

Kiai Asyik melihat pemandangan aneh dihadapannya tidak kuasa menahan air matanya karena haru. Ternyata benar ucapan Kholil. D tengah keharuan Kiai Asyik melihat situasi itu, lalu bertanya-tanya dalam hati; “Dari mana gula madura sebanyak ini didapat Kholil? padahal, dia tidak pergi kemana-mana sejak saya perintahkan.”

Menyadari kelebihan santri Kholil, Kiai Asyik lalu memerintahkan kepada para santri agar menghentikan pengambilan gula madura dari kamar Kholil. Beliau sadar bahwa hal itu bukan peristiwa biasa, tetapi merupakan karomah kewalian yang diberikan Allah kepada Kholil. Sejak saat itu Kiai ASyik banyak memberikan perhatian khusus kepada Kholil.

Share
author
Penulis: 
Seorang yang biasa dan baru mengenal dunia Internet. Kunjungi dan tambahkan sebagai teman Anda ya? Halaman Google Plus Ashuda.com atau Profile Google plus dan Facebook saya

Komentar sesuai akun

  1. author

    salaminzaghi2 tahun ago

    kayaknya nih cerita masih bersambung 😀

    Balas
    • author
      Penulis

      Nailul Huda2 tahun ago

      Iyalah mas, tp lain cerita, tanya-tanya dulu sama orang tua, hehe

      Balas
  2. author

    Wahab Saputra2 tahun ago

    Beruntung sekali si kholil

    Balas
    • author
      Penulis

      Nailul Huda2 tahun ago

      Iya mas, Almaghfurlah Mbah Kiai Kholil memang punya karisma yang yang liar biasa

      Balas

Tinggalkan pesan "Gula Madura"

Loading Facebook Comments ...