Adshuda.com

Salam Persaudaraan

Pendekar Jagoan pun Tergetar

Pendekar Jagoan pun Tergetar– Pada suatu hari Kiai khalil  mendapat undangan dipelosok Bangkalan. Hari jadi ditentukan pun tiba. Para undanagan dari erbagi daerah pun tiba.

Semua tamu ditempatkan diruangan tamu yang cukup besar.

Walaupun para tamu sudah pada datang semua, namun acara nampaknya belum ada tanda-tanda dimulai. Menit demi menit telah berlalu. Dan tampaknya beberapa tamu undangan mulai merasa gelisah, maklum. Kenapa acaranya ko belum dimulai juga.

Tuan rumah tampak mondar-mandir, gelisah. Sesekali melihat keluar arah datangnya tamu, sesekali menunduk. Tuan rumah ini nampaknya menunggu seseorang yang diharapkan kehadirannya.

pendekar

img article.wn.com

Menunggu acara belum dimulai, si F-u-l-an tidak sabar lagi. F-u-l-an yang terkenal sebagai jagoan atau Pendekar didaerah, itu berdiri, lalu berkata:”Siapa sih yang ditunggu-tunggu, kok belum dimuali?” kata si jago ini bernada tinggi.

“Kami menunggu Kia Khalil,” jawa tuan rumah sambil menengkan suansana.

“Siapa sih dia?, hanya karna dia, acara ini jadi diundur-undur?,” ejek si jagoan.

Namun bersamaan dengan itu datang seuah dokar — delman– . Siapa lagi kalau bukan Kiai Khalil yang ditunggu-tunggu. “Assalamualaikum,” Ucap Kiai Khalil sambil menginjakkan kakinya ke lanati tangga paling bawah rumah besar itu.

Baca juga:   Gula Madura

Pas bersamaan dengan injakkan kaki kiai Khalil, gemparlah semua undangan yang hadir. Soalnya tiba-tiba rumah menjadi miring.

Para undangan tercekam, tidak berani menatap wajah berseri kiai Khalil. Dan si Fulan yang terkenal sebagai jagoan itu pun ketakutan. Nyalinya menjadi kecil melihat kejadian yang selama hidupnya baru di dialami.

Setelah beberapa saat dari kejadian tadi berlangsung, Kiai Khalil mengangkat kakinya. Sekita itu, rumah yang miring kembali tegak seperti sedia kala.

Kemudian berhamburanlah para tamu undangan menyambut dan menyalami Kiai Khalil yang baru datang.

# Akhirnya setelah kejadian ini si Jagoan menjadi sadar, bahwa dirinya telah salah kepada diri sendiri. Sadar akan kesombongannya yang sampai begitu meremehkan orang lain, apalagi ini seorang ulama seperti kiai Khalil.

# Sang jagoan menyongsong sang kiai dan bersalaman sambil meminta maaf

Sang kiaipun memaafkan, bahkan mendoakan. Doa kiai terkabul, fulan yang dulu seorang jagoan yang ditakuti di daerah itu, akhirnya kini menjadi seorang yang alim.

Kabarnyam bahkan kini si pendekar ini menjadi panutan masyarakat daerah itu.

The Author

Admin

Seorang yang biasa dan baru mengenal dunia Internet. Jadikan media sebagai informasi yang bisa membawa manfaat. Silahkan bagikan ke sahabat, kerabat Anda jika artikel diatas ada manfa'atnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adshuda.com © 2013 - 2018, Hak Cipta Hanya Milik Allah. Frontier Theme